Minggu, 06 November 2011

Puisi "SELEMBAR DAUN KERING" | Karya Anwari WMK

Puisi Karya
Anwari WMK

SELEMBAR DAUN KERING

Seandainya manusia sepenuhnya paham
Betapa selembar daun kering disangatkan pedih
Terjepit terhimpit di antara bebatuan
Maka batin manusia merasakan deritanya
Dan manusia tergopoh memberi penyelamatan
Untuk setiap lembar daun kering
Bebas dari jepitan himpitan bebatuan

Tapi nyanyian seruling anak gembala
Telah lama mengisahkan ihwal
Kepasrahan daun-daun kering
Dalam jepitan himpitan bebatuan
Kata nyanyian seruling anak gembala:

"Daun kering dan bebatuan
Telah sama-sama mendengar
Titah takdir Sang Penguasa Waktu
Bahwa daun kering terjepit bebatuan
Dan lalu menjadi secuil ornamen keindahan
Planet Bumi
Selembar daun memang terjepit bebatuan
Namun dipenuhi pesona keindahan
Hingga para pujangga terbelalak takjub
Tiada tara"

Oh daun kering
Engkau ikhlash menyambut takdir
Rida bersama takdir

[2011]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar