Kamis, 29 November 2012

Puisi "JAMUAN TERAKHIR" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK


JAMUAN TERAKHIR


Jamuan terakhir, di bawah naungan terang cahaya bulan purnama

Esok hari, orang bijak itu memulai langkah panjang, menempuh perjalanan jauh, melengkapi sempurnakan segala kembara

Di antara batang-batang lilin, bertebaran di atas meja, kepada para sahabatnya, orang bijak itu pun berkata-kata:

"Ada segumpal waktu menggelinding di lorong-lorong pengembaraan bersama balada airmata

Hidup adalah gerak, terpilin dalam pengembaraan, dibentangkan pada bumi yang sajadah

Hanya pesan sederhana kutinggalkan: rawat dan terus rawatlah pohon-pohon puisi bertahun-tahun kutanam disaksikan nyanyian burung-burung"

Saat fajar merekah, orang bijak itu sudah tiada, menapak jalan menuju negeri keabadian

Burung-burung sontak bernyanyi lirih: kebahagiaan bersamamu orang bijak, bebas dari segala belenggu yang fana.

(2012)

Puisi "SKETSA CINTAMU" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK


SKETSA CINTAMU

kutatap pohon mangga tua
lalu terkenang wajahmu, kawan
matamu binar berkilat cahaya
saat menggenggam pisau lipat
mengukir nama seorang gadis
di pohon mangga itu

kini kucari nama gadis itu,
sudah tak ada lagi

mungkin waktu mengikis hapus
memori cintamu telah melampau
atau mungkin, duka kematianmu
bergema menyerbu pohon itu
hingga torehan nama
terluruhkan angin dan air hujan

wahai kawan masa kecil
romantika cinta indahmu
bertahta di sajak-sajakku
sebagai sekuntum doa
untuk dirimu

kelak saat kita jumpa
untuk episode hidup
tak meruang tak mewaktu
mungkin engkau bertanya:
mengapa aku memilih takdir
menoreh kehidupan
bersukma jiwa pujangga

aku kan menjawab:
sketsa cintamu, kawan
semburatkan makna
untuk sajak-sajakku

(2012)

Catatan: untuk sahabatku masa kecil di Glagahwero, almarhum Mohammad Holik.

Sabtu, 24 November 2012

Puisi "TOKO" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK

TOKO

Para pemilik toko paham

Orang-orang datang dan pergi
Berkasak-kusuk
Mengais jati diri

Saat jiwa hampa

Gunung hutan bukan lagi hamparan
Untuk jiwa direbahkan
Di toko-toko, tersulut bahagia
Orang-orang datang dan pergi

"Kita ini pandir," kata pemilik toko

Di hadapan karyawan berwajah lugu
"Tapi tampak wujudkan
Kita ini cerdik cendekia
Mampu menggenapi hasrat
Pencarian jati diri
Kita kuras lembar-lembar duit
Agar keluar berloncatan
Dari kantong baju dan celana
Orang-orang datang dan pergi"

Toko-toko pun serupa oase

Tempat berburu pernak-pernik
Jati diri
Saat bulan pada kalender
Bergeser dua kali
Orang-orang sibuk
Mengosongkan ruangan
Membuang segenap benda
Semula disangka bertuah
Membentuk jati diri

Ke toko-toko

Mereka kembali datang
Kembali berburu
Jati diri

(2012)

Puisi "SUNGAI PUISI" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK

SUNGAI PUISI

Bila bajuku lusuh
kotor berlumur lumpur
malu aku menghadap
ke hadiratNya.

Maka, biarlah
baju ini
kubasuh terlebih dahulu
di sungai-sungai puisi,
sampai sepenuhnya bersih,
hingga aku mampu tersenyum
saat menjumpaiNya.

Wahai Raja Diraja Kehidupan
kini aku mulai menjejak menapak
perjalanan panjang
mendekati diriMu
berasal mula dari
sungai-sungai puisi itu

(2012)

Puisi "BUNGA TEMBAKAU ITU" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK

BUNGA TEMBAKAU ITU

Tuan Putri,

Hari ini kutatap kembali
Pohon-pohon tembakau
Lalu mengenang celotehmu
Bertahun lampau
Tentang bunga-bunga tembakau
Musti sontak dipapras pangkas
Kala tumbuh bertunas

Tuan Putri,

Aku masih ingat
Tutur ceritamu
Tragedi pengorbanan
Bunga tembakau
Agar daun-daun tumbuh
Subur menuai harapan

Tuan Putri,

Hari ini kembali kuhayati
Pengorbanan bunga tembakau itu
Serupa dirimu yang menyintaiku
Tapi tak pernah memiliki diriku

Tuan Putri,

Di hamparan selembar
Hijau daun tembakau
Ada tetesan airmata
Jatuh pelan perlahan
Bersama tarian angin
Airmataku

(Glagahwero, akhir Agustus 2012)

Puisi "DOMBA SRIGALA" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK

DOMBA SRIGALA

Di negeri nan elok
Terserak dua kerat takdir
Kawanan domba merumput
Di segala arah
Sehimpunan srigala
Bertahta di pucuk gunung

Angin teramat paham
Tercacah segenap muslihat
Di pucuk gunung itu
Agar kawanan domba
Abadi dalam genggam kuasa
Sehimpunan srigala

Dari siang ke malam
Hanya gema pesta pora
Membahana di pucuk gunung
Kaum srigala saling bertukar tawa
Membanggakan keculasan

Saat domba-domba tewas
Tercekik rantai kemiskinan
Kian membahana
Tawa kemenangan kaum srigala

Barung-burung pun lantas bersaksi:
Kaum srigala itu
Tak pernah menatap langit
Tak

(Glagahwero, 2012)
 

Puisi "WAHAI ENGKAU" | Karya Anwari WMK

Puisi
Anwari WMK

WAHAI ENGKAU

Padang rumput itu
terus menghijau,
sedap dipandang mata.
Seperti rinduku kepadaMu
yang tak pernah kerontang
dalam semesta nikmat
hamparan jiwa.

Wahai Engkau,
kuabaikan segenap takrif
terus berlari kencang
hingga dekat,
dekat dan teramat dekat
dengan hadiratMu.

Lalu,
pada kontur demi kontur
tanah nan rapuh
yang kutinggalkan
tumbuh pohon-pohon
kebahagiaan
berbuah hikmah
ilmu pengetahuan.

[Puncak, 25 Agustus 2012]