Sabtu, 05 Maret 2016

Puisi "LENTERA PUCAT PASI" | Karya Anwari WMK

LENTERA PUCAT PASI

Pada deru angin akhir musim
Waktu menyempurna makna
Pepohonan beriang kusam
Terhimpit kelit luka purba

Kita sebatas mampu menoreh
Antara kata dan seloka
Pada negeri berselera gundah
Sungai-sungai mengalir airmata

Walau selalu terentang jalan
Lentera bersuar pucat pasi
Tangan masih peminta-minta
Dalam senarai punah diri

Indonesia katamu
Betulkah?
Merdeka katamu
Benarkah?

(Januari 2016)

Anwari WMK

Puisi "JALANKU" | Karya Anwari WMK

JALANKU

aku telah berjalan
di antara kalimat dan kata-kata
di antara selokan seloka jiwa
di antara sajak dan puisi

saat kugapai
puncak ketinggian makrifat
maka kucerna diriku
maka kudedah alam keabadian
maka kupahami semesta raya
maka kupelajari bumi luka

setelah itu
aku lebur dalam cahaya
merasakan segala hikmat
kunfayakun
kunfayakun!

(Gorontalo, Awal Januari 2016)

Anwari WMK

Puisi " PEREMPUAN BIRU BELUDRU" | Karya Anwari WMK

PEREMPUAN BIRU BELUDRU

Berbiorama temaram senja
Perempuan bersahaja cinta
Berbusana biru beludru
Berjalan perlahan,
Di taman bunga

Saat langkahnya sampai
Pada sudut ruas tenggara
Terpaku kelu dia menatap
Rumpun rimbun mawar merah
Bibirnya sontak tersenyum
Tapi berlarik penuh getir
Airmatanya menerjang tumpah
Mengaliri seribu selokan luka
Tergetar pilin dawai jiwa
Hatinya lirih berucap kata:
“Kekasih, . . . bunga engkau tanam
Mekar indah bertabur pesona
Tak kuasa kumelupa dirimu
Hingga pada seluruh riak
Pusar gemuruh musim
Jiwaku bertunas selaksa kenang
Semesta semerbak
Aroma parfummu”

Kala taman kian bersulang sunyi
Airmata perempuan itu
Kian mengalir deras
Untuk silam bersulam kenang
Hatinya kembali berucap harap:
“Kekasih, . . . damailah di pusaramu
Dalam lelap tidur lamamu
Menggema abadi cintaku padamu
Seelok indah rona mawarmu”

Kini musim gerimis datang
Hari-hari berselimut kelam
Jemari perempuan itu takzim
Sabar memahat kata-kata
Jiwanya runduk menulis
Sajak cinta, puisi rindu
Tentang syahdu mawar merah

Malam ini
Gerimis tak jua reda
Perempuan itu masih
Berbusana biru beludru
Busana pemberian kekasih
Berpenanda bening sukma

(Rawamangun, Februari 2016)

Anwari WMK

Puisi " HUJAN TENGAH MALAM" | Karya Anwari WMK

HUJAN TENGAH MALAM

Sejurus langkah tersekat
Di antara deras air hujan
Sendu teralun nyanyian
Menjelang tengah malam

Aku hanya bersama diam
Derai hempasan angin
Sontak wajah indahmu
Tergumpal merangkai kenang

Lalu membubung hasratku utuh
Menjemput ajal dalam damai
Bersama utuh hadirmu
Di sisiku

Mungkin kelak engkau menangis
Menatap kaku jasadku beku
Tapi puisi-puisi cintaku
Tergores abadi di hatimu

(Rawamangun, 24 Februari 2016)

Anwari WMK

Puisi "ELEGI SUNYI" | Karya Anwari WMK

ELEGI SUNYI

Tak ada sepi
Di dekap malam
Sebab diri-Mu hadir
Di segenap ruang

Dulu kukira
Diriku sunyi
Dalam serat hayat
Bertunggal diri

Kini kuberkata:
Jiwaku cahaya
Berseruak kidung
Rindu kepada-Mu

Dan saat kutulis
Seuntai puisi kelu
Segalanya hanya sahdu
Menyebut nama-Mu

(Awal Maret 2016)

Anwari WMK

Kamis, 22 Oktober 2015

Puisi "LABIRIN WAKTU" | Karya Anwari WMK

LABIRIN WAKTU

Malam ini aku terpuruk
Di labirin sunyi waktu
Bersama senandung
Nyanyian sepi bisu

Jika 30 ribu manusia
Ditumpuk serupa batu
Maka serta-merta
Terbentuk seonggok gunung

Mereka manusia Indonesia
Penggerak industri tekstil
Terhempas koyak nilai rupiah
Pemutusan hubungan kerja

Aku kini terpuruk tanpa kata
Di labirin lengang waktu
Merenungi nasib ribuan buruh
Sekadar buih samudera kapitalisme

Oh teringat aku ucapan elok
Pujangga besar Buya Hamka:
Indonesia adalah sepotong surga
Dibentangkan Tuhan di muka bumi

Tapi para pemimpin negeri kini
Kembali menari bersama belatung
Membiarkan ribuan kaum buruh
Merintih hingga kering airmata

"Oh Indonesia masih ada"
Ucapku dalam hati
Tapi di mana? Di mana?
Di mana sepotong surga itu?

(Jakarta, Awal Oktober 2015)

Anwari WMK

Puisi " PASIR PANTAI SENJA" | Karya Anwari WMK

PASIR PANTAI SENJA

Di hamparan pasir pantai
Seorang perempuan menatap
Lurus ke arah barat
Dan lantas berkata:

"Senja abadi berulang datang
Seperti kesejatian cintaku
Yang takkan pernah lekang
Tapi airmataku selalu tumpah
Untuk kenang seulas wajahmu
Membekas jadi rindu"

Sebelum meninggalkan
Senja yang penghabisan
Jemari perempuan itu
Menggurat tulisan
Di hamparan pasir pantai:
"Kepada lelaki bersahaja
Pemahat kata-kata
Cintaku padamu
Takkan sirna sia-sia"

Sejenak setelah itu
Milyaran butir pasir pantai
Membeku tercekam sunyi
Sesunyi kesejatian cinta

(2015)

Anwari WMK