Minggu, 06 Juli 2014

Puisi "KEKASIHKU" | Karya Anwari WMK

KEKASIHKU

Setiap perjumpaan adalah
Anugerah tiada tara
Maka aku mensyukuri
Perjumpaan demi perjumpaan
Dengan dirimu

Betapa indah perjumpaan
Dengan dirimu itu
Seutuhnya tersuar pada
Senyummu
Sorot matamu
Aku memetik sekuntum sajak
Bila menatap senyummu
Aku menuai puisi rindu
Dari sorot indah matamu

Sekarang aku berjalan tanpa dirimu
Menggapai sebagian sudut Nusantara
Kucari mutiara-mutiara makna
Di antara tumpukan riwayat
Pergolakan hidup rakyat
Sebagai hamba sahaya

Di tikungan sejarah
Ketemukan nama-nama
Para pengibar panji
Kemuliaan manusia
Bahwa rakyat bukanlah
Hamba sahaya

Di kaki gunung aku bicara
Dengan anak-anak muda
Tentang masa depan kehidupan
Mereka mengeraskan kepal
Sebab sepenuhnya tahu
Telah dan terus diabaikan

Malam ini aku lelah
Sengkarut Nusantara
Bertumpuk menjibun
Di kepalaku
Ingin aku lelap
Tapi mataku nanar
Menatap catatan-catatan

Lalu, kukenang kembali
Senyum dan indah bola matamu
Sambil menatap keremangan waktu
Lewat tengah malam

Kekasih,
Seandainya engkau kini di sini
Menemaniku tercekam sepi
Engkau akan tahu
Aku menangis. Menangis
Menangis untuk
Indonesia yang compang-camping

Jakarta-Makassar-Gorontalo, 18 Juni 2014

ANWARI WMK

Puisi "DI KOTAMU" | Karya Anwari WMK

DI KOTAMU

Meninggalkan kotamu,
Berarti membiarkan rinduku
Tercecer di antara
Tidur dan jagamu

Bila aku pergi
Dan rinduku tertinggal
Di kotamu
Sudilah engkau membawa
Rinduku itu kembali
Ke hatiku

Jika engkau kelak
Meninggalkan kotamu
Dan lalu berjumpa dengaku
Maka bawalah senyum dan tawamu
Sebagai pemadam atas kobaran
Rinduku

Penerbangan Surabaya - Jakarta, 4 Juli 2014

ANWARI WMK

Senin, 16 Juni 2014

Puisi "PERCAKAPAN DENGAN WAKTU" | Karya Anwari WMK

PERCAKAPAN DENGAN WAKTU

Malam-malam berlalu
Dalam percakapan dengan waktu
Lalu, kutanya waktu
Mengapa rindu bersenandung merdu?

Maka, berkatalah waktu:
"Rindu bersenyawa dengan dirimu
Menyatu dengan nafas sukmamu
Memulia indahkan harapanmu"

Kutanya lagi waktu
Untuk siapakah rinduku?

Sekali lagi, berkatalah waktu:
"Engkau telah bertatap pandang
Dan saling bertukar senyuman
Dengan seorang hamba Tuhan
Berbola mata keindahan pelangi
Goresan penamu kan terpahat abadi
Bila kau kasihi dia sepenuh hati
Seperti engkau kasih pada
Sajak dan puisi"

Malam-malam terus berlalu
Dalam percakapan dengan waktu
Kini aku seutuhnya tahu
Untuk siapa rindu itu

Jakarta, 16 Juni 2014
ANWARI WMK

Minggu, 15 Juni 2014

Puisi "LORONG" | Karya Anwari WMK

LORONG

Dia menapaki lorong-lorong kota besar
Dalam tasnya tergeletak harap cemas
Seandainya aku bisa memberinya payung
Tubuhnya merdeka dari hujan dan panas
Tapi, aku pun pengelana kota besar
Basah tubuhku tersiram air hujan
Tersengat sinaran cahaya matahari
Tergeliat sayat tanpa payung
Maka, kami pun sekufu meniti takdir
Di lorong-lorong panjang menderu debu
Pilu penaku turut terguncang
Getar-gemetar harap dan cemas

Saat lorong basah terturap gerimis
Di sebuah senja kami jumpa
Bertukar senyum dan tatapan mata
Dan lontaran kalam tentang keabadian
Setelah itu kami kembali berjalan
Beriring salam semoga masih ada perjumpaan
Kami kembali menapak langkah sendirian
Lorong demi lorong tak berkesudahan

Di kerajaan puisi aku berkata:
"Tuhan, izinkan kami bergandeng tangan
Dengan ridha-Mu, dengan berkah-Mu
Saling menguatkan dalam genggaman jemari
Tabah senafas menapaki lorong-lorong
Sabar menjejak balada takdir setara
Bila lorong-lorong itu bersimbah airmata
Maka itulah airmata cinta dalam deru kalbu
Tersenandung syahdu di keabadian rindu"

Jakarta, 13 Juni 2014

ANWARI WMK

Puisi "AKULAH PEMUJAMU" | Karya Anwari WMK

AKULAH PEMUJAMU

Menjelang senja penghabisan
Kutatap dedaunan pohon
Dari ketinggiang loteng
Berpagar jeruji besi

Sontak aku terperangah
Tersentak halilintar kesadaran
Betapa syukur yang hakiki
Adalah kembalinya para pemuja
Pada sumber-sumber transenden
Kuperiksa diriku cermat
Apakah aku pemuja hakiki?

"Tuhan"
Ucapku dalam hati
"Beri aku waktu dan kesempatan
Memuja-Mu dengan kesejatian cinta
Seperti para Nabi, para Rasul
Tuhan,
Jangan biarkan aku berpaling
Dari puncak-puncak keindahan
Cinta kepada-Mu"

Jakarta, 14 Juni 2014

ANWARI WMK

Kamis, 12 Juni 2014

Puisi "BOLA MATA SEKUNTUM KEMBANG" | Karya Anwari WMK

BOLA MATA SEKUNTUM KEMBANG

Sekuntum kembang kutatap mata indahnya
Seulas pelangi berkibaran tertiup angin senja
Oh betapa elok pelangi di bola mata itu
Hingga saat mendongakkan wajah
Ke hamparan langit malam
Sontak kubertanya:

"Tuhan, apakah pelangi di bola mata itu
Penyempurna sukma di sisa usiaku
Saat baladaku luka di belantara makna
Kala puncak hakikat belum terjejak?

Tuhan, apakah pelangi di bola mata itu
Suluh yang Engkau janjikan
Agar aku sepenuhnya pasrah
Merapal segenap perih
Sengal napas duniawi ringkih?

Tuhan, apakah Engkau tersenyum
Bila pada sebuah lipatan waktu kelak
Syahdu dalam getar-gemetar sukma
Kucium mesra bola mata itu?"

Beranda malam terkulai di kursi rotan
Menggelandang jiwaku kembali sampai
Pada kerinduan hasrat balada panjang
Bersama sekuntum kembang
Berbola mata keindahan pelangi

Jakarta, 11 Juni 2014

ANWARI WMK

Rabu, 14 Mei 2014

Puisi "KUNIKAHI ENGKAU" | Karya Anwari WMK

KUNIKAHI ENGKAU

Bersama dawai keriuhan jiwa-jiwa
Di bawah naungan rindang
Pepohonan jambu dan kenitu
Kunikahi engkau dengan sahadah

Kuberi engkau sekotak rindu
Kau gengam dengan mesra
Kuciumi rona elok keningmu
Berbilas bait senyumanmu

Jilbabmu sayup hijau kebiruan
Lambai gemulai tertiup angin
Melambung tinggikan bening sukmaku
Mengapai luas cakrawala kalbu

Pagi ini sendiri aku
Berdiri di tubir pusaramu
Merapal memori keagungan cintamu
Berkesumba getar-gemetar syahdu

Pada liku selokan luka
Menggema perih senandung bisu
Sebab bulir-bulir airmataku
Menyeru-nyeru namamu

Telah sudah kita rajut takdir
Di bawah naungan rindang
Pepohonan jambu dan kenitu
Kunikahi engkau dengan sahadah

Sahadah duka.
Sahadah airmata.

(2014)

ANWARI WMK